ARCHITECTURAL DESIGN VIDEO

Loading...

Pameran 4 Dekade Arsitektur Indonesia

Pameran 4 Dekade Arsitektur Indonesia

BANGUNAN adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri. Sehingga peran arsitek tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya atau politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur.

Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu. Padahal arsitektur adalah hal sehari-hari yang dekat dengan kita.

Menjawab fenomena tersebut, ILUNI Arsitektur UI menggelar Pameran Empat Dekade Arsitektur. Acara ini didesain untuk menjadi sebuah "Extravant Alumnae Exhibition". Pembukaannya sendiri melibatkan sebuah seremoni yang sangat unik. Pameran Arsitektur Empat Dekade ini dibuka oleh Wakil Presiden RI Dr HC Jusuf Kalla, disaksikan oleh para pejabat lingkungan Universitas Indonesia.

"Pameran Empat Dekade UI sebagai bentuk karya nyata arsitek-arsitek UI yang dapat diapresiasi oleh masyarakat sehingga memberi gambaran perkembangan dan khasanah arsitektur Indonesia," ungkap Jusuf Kalla, ketika ditemui okezone dalam pembukaan Pameran Arsitektur Empat Dekade, di Galeri Nasional Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2008).

Pada saat membuka acara, Wapres disambut dengan sebuah "simfoni konstruksi" yang dimainkan oleh dua puluh mahasiswa yang dilatih oleh salah seorang alumni Arsitektur UI, konduktor dan musisi kenamaan Erwin Gutawa. Alunan merdu terdengar di seluruh penjuru melalui musik perkusi yang diolah dari berbagai perkakas metal. Belum cukup unik, mereka juga memainkan instalasi konstruktif yang disusun atas kumpulan scaffholding yang biasa digunakan sebagai alat konstruksi.

Pameran yang mengambil tema underconstruction ini berdasar alasan arsitektur tidak pernah menjadi sebuah proses instan. Arsitektur memegang peranan penting dalam menyusun karakter dan pribadi bangsa. Ia adalah bagian dari konstruksi sosial budaya yang menyusun fisik kota -dalam skala kecil- hingga negara, dan wajah bangsa. Karena itu, arsitektur bukan milik terbatas segelintir kelompok eksklusif, melainkan tanggungjawab bersama.

"Pameran ini bertujuan membagikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih mengapresiasi dan turut terlibat dalam proses membangun negara ini menuju tataran yang lebih baik," kata Ir H Achmad Noerzaman, MM, Ketua ILUNI Arsitektur UI.

Menurutnya, pada tahun 2008, Departemen Arsitektur telah berusia 43 tahun. "Sebagai institusi yang telah menghasilkan tidak kurang dari 1200 arsitek yang tersebar di seluruh Indonesia dalam kurun waktu itu, tentu dia telah mengalami berbagai tantangan, tonggak keberhasilan dan pencapaian yang perlu dicatat dan diabadikan," jelas ketua ILUNI Arsitektur UI tahun 2005-2008 itu.

Masih menurutnya, pameran ini terbagi menjadi dua yaitu pameran karya arsitektur yang terdiri dari 120 karya dari hampir 65 arsitek alumni UI selama empat dekade. Dengan lingkup proyek berskala kecil seperti kamar mandi hingga penataan kota, mulai dari bangunan tradisional hingga ultra modern tidak luput bangunan sosial hingga komersial.

Sementara bagian kedua adalah instalasi yang tersebar di dalam (yang lebih bersifat self critic dan di luar bangunan) dan lebih mengeksplorasi karakter material ke tingkat paling ekstrim sebagai sebuah upaya untuk menangkap jiwa dari bahan tersebut.

"Harapan kami segala pemikiran, inovasi dan kreativitas yang dituangkan dalam karya-karya alumni arsitek UI menjadi sumbangsih positif guna membangun Indonesia yang lebih maju, berbudaya, dan bermartabat," paparnya seraya menuturkan karya-karya terseleksi menunjukkan kualitas dan keandalan para arsitek yang akan menambah wawasan bagi khasanah arsitektur Indonesia. (mb